Kamis, 05 Mei 2011

CerPennn... ???

Bukan Cinta yang Salah..

Seperti biasanya.., tak ada perubahan dengan aktivitasku setiap pagi..


     Setiap pagi aku harus bangun pagi dan segera besiap memakai seragam kebanggaan anak-anak remaja PUTIH ABU-ABU... yaaa seragam itu merupakan seragam yg paling kusukai dan pastinya juga remaja-remaja lain pada saat umur-umur mereka belasan tahun.. aku slalu bangun pagi tepatnya pukul 05.00.., dan setelah mandi aku selalu langsung berpakaian seragam lengkap padahal biasanya saja aku berangkat menuju sekolah itu jam 07.00. dalam waktu luang itu aku hanya termanggu duduk di depan meja yang diatasnya terpampang kaca besar, tumpukan buku dan radio yang slalu menyumbangkan suaranya untuk mengusir rasa kesepian dan kebosananku. Aku adalah anak perempuan satu-satunya di keluargaku 2 saudaraku adalah laki-laki, aku tidak terlalu dekat dengan mereka. Kakak-ku sibuk dengan kuliah-nya dan kami jarang bertemu, sementara adik-ku.. aku bertemu dengannya setiap hari disekolah karena kami satu sekolah. Adik-ku terkenal dengan bandel-nya hingga aku sebagai kaka-nya yang terkena imbasnya, hampir setiap hari aku dipanggil wali kelasnya untuk membicarakan kenakalannya. Tapi apa boleh buat, memang sudah begitulah sifat adik-ku, harap dimaklum dia anak yang sangat dimanja oleh mama-ku karena dialah anak terakhir keluargaku. 
     
     Dengan kedua orang tua-ku akupun tak terlalu dekat, entah kenapa?? Mungkin karena papa-ku yang sikap-nya terlalu kaku dengan anak-anaknya, dan mama-ku yang terlalu memanjakan dua anak lelakinya itu. Aku merasakanya dan melihatnya saat kakak-ku berbincang-bincang dengan mama, rasanya mereka begitu akur dan mama begitu menyimaknya, padahal itu hanya cerita-cerita yang biasa saja untukku  tapi mungkin itu berarti untuknya. Sedangkan pada adik-ku, senakal apapun dia mama tetap memanjakannya, apapun keinginannya pasti dituruti. Aku sering iri, kenapa saat aku yang meminta sesuatu pasti yang didahulukan itu adik-ku, mungkin setahun kemudian permintaanku baru diturutinya. Sampai sekarang aku jarang meminta pada mereka, kalaupun aku menginginkan sesuatu aku hanya diam, membiarkan mereka menyadarinya apa yang ku inginkan. 


     Dirumah, aku hanya sering mengurung diri dikamar kesayanganku, aku sendiri gak pernah mengerti apa yang kulakukan. Kadang aku hanya tiduran dikasur sambil menatap langit-langit kamar atau sambil membaca komik dan mendengar radio. Jujur dalam hatiku aku merasa kesepian, tapi apa mau dikata beginilah aku. Aku tak pernah menceritakan permasalahan-permasalahanku pada teman-temanku disekolah.  Aku tak terbiasa dengan yang namanya curhat, bahkan kalau disekolah justru teman-temanku yang sering kali mencurahkan isi masalah hatinya padaku, dan aku hanya bisa menjadi pendengar yang baik dan dengan memberi sedikit solusi. Lucu sekali.. aku jago memberi solusi pada temanku tapi diriku tak bisa memberikan solusi untukku sendiri. Mereka teman-temanku tak pernah tau aku yang sebenarnya, disekolah aku dikenal sebagai siswi dan teman yang pandai bergaul dan ceria. Namun, dirumah beda 180° perbandingannya.


     Radio itu begitu berarti untukku karna aku begitu amat suka dengan musik, tak pernah kulewatkan acara-acara yang ada pada frekuensi langgananku.. setiap pagi sebelum berangkat sekolah aku mendengarkan radio itu sambil duduk termenung di hadapan kaca besar di kamarku. Entah apa yang kupikirkan?? Saat seperti itu pikiranku menjadi terasa kosong dan seperti biasanya aku hampir tak pernah sarapan setiap paginya karna aku tak terbiasa dan kalaupun aku paksakan untuk sarapan akibatnya perutku yang akan sakit., buatku mungkin radio yang menjadi sarapan pagiku... hahaha anehnya diriku saat itu.


     Pagi ini memang begitu cerah, udaranyapun sejuk sangat mendukung pelajaran olahragaku hari ini.. pelajaran yang paling aku suka, itu karna guru olahragaku bertampang OK!!. Ini memang hari biasa seperti hari-hari biasanya saat aku belajar dan bermain di sekolah SMA ku ini, tapi ada yang berbeda saat itu. Dikelas aku termasuk murid yang pintar (kata teman”) dan cukup tenar, mereka mengenalku karena keramahanku pada setiap orang dan selalu memberikan senyum pada setiap orang, bisa dibilang aku anak yang manis hehe .. pagi itu saat jam pelajaran kosong, “ciyeciyeee... udah bilang aja Denn!!! Jangan dihati doank....!!”, tiba-tiba salah satu teman sekelasku Larry yang juga teman terdekatku berkata seperti itu sambil cengar-cengir khas miliknya. Aku tak mengerti apa maksudnya? Dan saat aku bertanya “memang ada apa sihh?”, Larry pun hanya cengar-cengir.. ya sudahlah!!! Tidak ada yang kuppikirkan saat itu.. aku hanya masa bodo menanggapinya karena aku gak mau tau urusan mereka kecuali mereka yang menceritakannya sendiri kepadaku.. kalau itu sih lain ceritanya hehehe...


     Tapi semakin aku diam mereka teman-temanku yang satu genk dengan Denny malah semakin menjadi-jadi.. mereka seperti menyindir-nyindir Denny, tapi itu bukan sindiran karena mereka marah, melainkan itu sindiran agar Denny segera mengungkapkan perasaannya pada seseorang.. wahhh!!! Aku dan teman-teman cewek ku baru menyadarinya.., ternyata Denny hanya membicarakan masalah hatinya pada Larry dan teman-teman se-genk cowoknya itu. “Wahh..., ciyeciyee ternyata ada yang lagi memendam rasa nie yeee!!! Ckcckck Pe-je(Pajak Jadian) nihh....”, aku dan Mira teman sebangkuku langsung meledeknya. Teman-teman yang lain pun ikut meledeknya, namun Denny hanya diam dibangkunya sambil tersenyum malu.. tumben sekali biasanya dia kan mondar-mandir kesana-kemari gak jelas “mungkin cinta memang bisa merubah orang sedrastis itu..!!”, pikirku saat itu.


     Aku belum mengetahui siapa cewek yang ditaksirnya. Padahal dia belum lama ini putus dengan pacarnya yang juga temanku. Pacarnya itu bernama Ica seorang siswi kelas 3 jurusan Bahasa dan aku kenal baik dengannya. Memang anak-anak tidak terlalu suka dengannya karena sikapnya yang so keren dan so akrab dengan guru-guru mungkin itu karna ayahnya adalah seorang yang berperan penting disana namun sebelum ia masuk ke sekolah ini pun ayahnya sudah tak lagi aktif. Mereka berpacaran sejak kelas 2, itu berawal dari salah seorang sahabat Denny, Alex namanya. Saat itu masih SMP, Alex menyukai Ica dan ia meminta bantuan kepada Denny sahabatnya untuk mencomblanginya dengan Ica. Ya saat itu Denny berhasil mendekatkan Alex dan Ica hingga mereka pun pacaran. Namun, saat itu Alex dipindah sekolahkan ia tidak melanjutkan SMA di sekolah itu, aneh memang padahal ia salah satu keluarga dari pemilik yayasan sekolah ini, tetapi ia malah memilih sekolah lain, sementara Ica melanjutkan SMA di sekolah milik keluarganya tersebut. Ya satu sekolah juga denganku dan Denny. Sejak saat itu Alex tidak pernah terlihat lagi, dan yang saat itu terdengar kabarnya ia sudah putus dengan Ica.


            __________________________________________________________


     Namaku adalah Putri, seorang siswi kelas 3 jurusan IPS, aku sekelas dengan Denny. Dikelas semua teman-teman satu sama lain sangat akrab dan kelas kami pun dikenal kelas yang sangat solid. “Wahh... 2 tumbs up dehh!!!”, itu perkataan dari guru BP ku saat itu yang paling aku ingat sampai saat ini. Banyak teman-teman ku yang terlibat cinta saat itu. Tapi malah aku suka dengan anak kelas sebelah yaitu anak IPA yang biasa dipanggil Rio tpi dia sudah mempunyai seorang pacar dan itu teman baiknya Ica namanya Mita, menurutku dia adalah cowok yang perfect dengan gayanya yang sederhana namun modern dan rapih, tinggi tegap dan pastinya jago dibidang olahraga terutama voli... aku tidak pernah bilang sama sekali kepada seorangpun bahkan teman terbaikku Mira dan Deca, kalau ternyata aku menyukainya. Hmmm.. aku paling malas kalau di gosipin pasti gosip itu akan meluas sampai anak-anak kelas 1 bahkan guru-guru tau, dan apalagi dia sudah ada yang punya. Jadi aku hanya memendam itu dalam-dalam. Akupun tak tau apa mungkin dia punya perasaan yang sama terhadapku? Kalaupun ketemu saja aku dan dia hanya saling menyapa dengan senyum dan sedikit kata-kata namun begitu berarti untukku., padahal ada yang jelas-jelas menyukaiku yaitu teman sekelasku Afiz, tapi aku menganggapnya itu hanya sebagai teman gak lebih.


     Aku memang tak berani kalau mengungkapkan perasaanku kepada dia (Rio).., tapi aku sering menulis isi perasaan ku ini didalam buku khusus untuk curahan hati ku entah sedang kesal, senang, sedih, atau gembira bahkan jatuh cinta aku menulisnya di lembaran kertas-kertas bisu..
“ entah apa yang terjadi pada diriku ini., mengapa selalu wajahnya yang ada dalam bayanganku saat ini??? Entah apa ini namanya? Tapi aku selalu senang jika memandangnya... tapi dosakah aku?? Karena dia ada yang memiliki....”.


     Aku mulai menyukainya saat diadakan latihan siang itu.., saat itu aku melihatnya bermain gitar dan dia tersenyum padaku..wahh terlihat gagah dirinya saat itu seperti kesatria bergitar hehehe.. tapi sungguh aku tak menyangkanya bila akhirnya bayangnya dan senyumnya slalu terbayang berputar-putar di kepalaku. Saat itu dirinya seperti artis yang aku idolakan. Latihan paduan suara jilid kedua dimulai engingenggg... di ruangan itu di tempat itu., entah apalagi ini tuhan?? Dia dudduk tepat di sampingku dengan gitarnya huhhh dagdigdug dadaku berdegup kencang.. aku berusaha tenang dan menghilangkan wajah gugupku. Latihan selesai... waktunya pulang!!! Lega rasanya hatiku sekaligus senang namun terpendam hehehe..


     Terdengar sura memanggilku “ Hey Putriii...!!” saat kubaliakan badan.. ternyata itu dia Rio dengan sebotaol air mineral digenggamannya, jacket khasnya serta tas yang gembloknya ia bertanya “liat Denny and friends gak??”, “ oh tadi mereka katanya kekantin belakang io..”, aku.  “ kamu pulang?? Ikut aja yuk kita makan bareng-bareng dulu!!” ajaknya, “gak deh makasih.. aku harus segera pulang ada acara menunggu hehehe....” aku jawab dengan gaya santaiku yang padahal dalam hatiku bersorak gembira. Hahaha.. dia berkata kembali kepadaku “yah sayang banget padahal nanti kan Alex ikut kumpul Putt..!!”, aku heran “Alex??? Dia mao kesini? Untuk apa??...”. “katanya sih dia tidak betah di SMA-nya jadi dia pindah kesini lagi.. ayo donk Putt..!!!”, Rio. “nanti aja deh io aku lagi sibuk soalnya..!!”, aku menjawab. Huh dasar Alex, enak sekali hidupnya bisa berpindah-pindah sekolah seenaknya. Terbersit dalam pikiranku jangan-jangan Denny dan Ica putus karena Alex yang akan kembali bersekolah disini. Alex tidak pernah tau soal hubungan antara Ica pacarnya dan Denny sahabatnya. Namun yang aku dengar Alex masih sangat mencintai Ica dan baru aku tau mereka putus saat itu hanya karena jarak.


Malam hari..


     Aku sedang memainkan game di hp-ku.., tiba-tiba ada pangilan di hp-ku karna aku sedang bermain game maka otomatis langsung terangkatlah panggilan itu..
“Halloo,...Assalamualaikum..” aku.
“.................”, tak ada jawaban.
“Halloooooooooooooo Assalamualaikum..” aku (kesal).
“waalaikumsalam..” dia.
“siapa nih??” aku.
“Ini aku Denny.., nomer aku gak di save-save yaa??? Wahh parah nihh....” dia.
“owhh.., hehe maaf deh aku gak liat name-nya.. keasikan maen game..” aku.
“kebiasaan..!!! lagi ngapain??..” dia Denny.
“hmm dasar bapak malih!!! Saya lagi maen game tadi kan udah dibilang...” aku sewot.
“Owhh... iya deh gak mudeng tadi...”, dia.
“udah ngapain si nelpon-nelpon??? To the point aja!!!”, aku.
“OK..!!....”, dia. Suara brisik dibelakangnya dan aku tau pasti itu teman-temannya yang gak lagi lain Larry and friends. Dia melanjutkan “gak tau kenapa aku suka sama kamu..!!!”...............
“hahhh??? Apa-apaan?? (dengan polosnya aku) dih kemasukan jin apa dirimu boss!!,” aku.
“serius Putt.... gimana??”, dia. 


     Ya aku sudah tau sebelumnya beberapa minggu ini Larry dan teman-temannya sering sekali meledekku dengannya tapi aku gak menyangka kalau jadinya seperti ini. Dan mulai saat itu karena dirinya (Denny) juga akhir-akhir ini sangat perhatian denganku, hatiku pun sedikit tertarik padanya. Dan entah apa yang aku pikirkan saat itu setelah aku menalik ulur pembicaraan aku  berkata iya kepadanya.. gak pernah terpikirkan dalam hatiku sedikitpun..!!! aku bingung tapi jujur ada rasa senang menyelimuti hatiku. Suasana menjadi hening.. tak tahu harus bagaimana?? Yaa memang karena perhatiannya yang akhir-akhir ini ia berikan itu membuatku menyukainya. Dan aku akui aku adalah orang yang mudah tuk jatuh cinta namun tidak mudah untukku melupakan orang yang kucinta.


     Aku langsung mengambil telpon genggamku lagi untuk menelpon teman baikku Deca. Aku menceritakan semua yang telah terjadi soal aku dan Denny padanya. Dia senang mendengarnya namun aku masih merasa janggal dengan hubunganku yang baru ini, seperti ada sesuatu yang menganjal di hatiku ini.. dan akupun menceritakan semua itu padanya. Tak lama aku menutup pembicaraanku dengan Deca, telponku kembali berbunyi,  “Denny..” muncul namanya di layar telpon genggamku. Aku segera mengangkatnya...
“Ada apa lagi???...”, aku.
“Hmmm..., maafkan aku yaa!!....”,dia. Aku tak tahu mengapa ia tiba-tiba meminta maaf kepadaku memang apa salahnya??.
“maaf untuk apa??...”, aku.
“maaf karena kata-kataku tadi..!!!”, Denny.
“apa maksudmu??...”, aku.
“aku gak bermaksud berkata seperti itu.., untuk memintamu menjadi pacarku!! Maafkan aku tadi itu......................”, Denny.
Aku langsung menyelak pembicaraannya. Karena aku merasa sudah tau ujung dari akhir kata-katanya itu. Dan aku tau yang dia maksud....
“owhh... iya gak apa-apa ko, aku juga gak menanggapinya dengan serius!! Anggap aja kamu gak pernah bilang itu ke aku... dan itu hanya candaan..!!”, aku.


     Jujur saat itu hatiku terasa gemetar.., membeku seperti terikat sangat sakit rasanya, namun aku menutupinya dengan tawa karena saat itu aku tak bisa mengeluarkan air mataku. Aku takut Denny mendengarnya dan merasa dia bersalah kepadaku. Padahal aku tau dari nada suaranya dia amat merasa bersalah. Pembicaraan itu akhirnya aku akhiri.. yaa tak kusadari air mata itu keluar dari kedua mataku. Aku menangis?? Ini tidak boleh terjadi itu pikirku. Aku kembali menelpon Deca dan mengkonfirmasi semua pembicaraanku yang aku telah ceritakan kepadanya, aku tidak menjelaskan begitu banyak dan detail masalahku yang telah terjadi dengan Denny barusan. 


     Yaa Deca pun akhirnya bertanya-tanya.. aku memintanya untuk tidak memberi tahu pada siapapun tentang masalah ini, karena aku dan Denny itu berteman dekat dan juga satu kelas pula. Aku takut kalau mereka tau cerita ini dan mereka tau pastinya aku sakit hati pasti mereka akan merasa bersalah juga kepadaku karena ikut meledekiku dengan Denny saat itu, dan aku takut mereka akan marah pada Denny, mereka teman-temanku memang sangat menyayangiku. Setelah aku menceritakan semuanya pada Deca aku langsung mencoba untuk tidur padahal pada saat itu masih jam 08.00 am dan biasanya aku tidur pukul 10.00 am, aku mencoba memejamkan mataku berharap setelah aku memejamkan mataku dan aku tertidur, nanti disaat aku terbangun aku akan lupa dengan semua yang telah terjadi.... entah apa aku bisa tidur???
            ____________________________________________________________



To Be cOntinue..........


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar